BERKAT CHLOSTANIN GOLD & DUNALIELLA HARD,TERBEBAS DARI VONIS AMPUTASI


BERKAT CHLOSTANIN GOLD & DUNALIELLA HARD,TERBEBAS DARI VONIS AMPUTASI

Nyai Sukiani



Ibu Rumah Tangga, 46 Tahun, Karawang

 

Saya seorang ibu rumah tangga, menderita diabetes sudah dari lama namun tidak pernah berobat. Suatu hari pada musim hujan, rumah saya kebanjiran dan harus dibersihkan. Tidak lama setelah membersihkan rumah, timbul gatal-gatal di antara jempol dan telunjuk kaki.

 

 

Tanpa saya sadari, lecet karena garukan perlahan mulai menjadi luka. Lama-kelamaan lukanya menjadi membesar dan meluas sampai daging kaki saya terlihat. Tak perlu waktu lama sampai luka tersebut menjadi bertambah parah, malah daging di sekitar luka semakin menipis dan terlihat tulang. Saya sangat shock dan ngeri melihat luka tersebut.

Setelah keadaan parah, saya baru memberanikan diri ke rumah sakit bersama dengan suami untuk mengobati luka saya yang terlanjur parah. Dokter menyatakan luka saya tidak lain adalah gangrene yang disebabkan komplikasi diabetes yang sudah lama saya derita. Saya pun lemas mendengar keputusan doker bahwa kaki saya harus diamputasi jika tidak mau penyebaran lukanya bertambah parah.

Saya bersikeras tidak mau diamputasi dan memilih untuk dirawat di rumah sakit. Secara rutin suster membersihkan luka saya. Selama 1 minggu dirawat di rumah sakit, luka saya tidak membaik. Hasilnya nihil. Melihat tidak ada hasil, saya mau kembali ke rumah saja.

Karena tidak bisa melarang, dokter mengijinkan saya pulang ke rumah namun luka saya harus dibersihkan secara teratur setiap hari dengan prosedur pembersihan yang sama seperti yang dilakukan oleh suster di rumah sakit. Mendengar hal itu, suami saya mencari orang yang sanggup membersihkan luka gangren. Dari hasil pencarian itu, kami bertemu dengan Bapak Suharto. Beliau menyanggupi untuk membersihkan luka gangrene saya dengan syarat saya mau konsumsi suplemen Kompak yang dianjurkan oleh beliau.

Sesuai saran Bapak Suharto, saya mulai konsumsi Chlostanin Gold 2x3 kapsul dan Dunaliella Hard 2x2 kapsul setiap pagi dan sore. Tidak hanya itu, setelah membersihkan luka saya, beliau pun menaburkan Dunaliella Hard di atas luka saya agar cepat kering.

Dengan telaten beliau merawat dan membersihkan luka saya, mulai dari mengganti perban, membersihkan, memberi suplemen Kompak, dan hal tersebut dilakukan oleh Bapak Suharto seorang diri tanpa dibantu siapapun. Perlahan namun pasti, saya merasakan manfaat dari mengkonsumsi suplemen Kompak. Luka gangrene saya mulai kering dan membaik, daging dan kulit mulai tumbuh kembali, tidak terlihat tulang lagi.

Setelah 1,5 bulan saya rutin konsumsi Chlostanin Gold dan Dunaliella Hard, luka saya sudah jauh membaik, memang masih ada sedikit luka namun sudah jauh berbeda dari kondisi sebelumnya. Sekarang saya sudah bisa berjalan mekipun masih perlu dituntun.

Alhamdullilah saya telah sehat. Saya bersyukur kepada Allah SWT, juga berterima kasih berkat doa 4 tempat pengajian: Musholla Al-Rohma, Tohariyah, Barokah, dan Al-Nur di Karawang.

 

 

 

 

Tanpa saya sadari, lecet karena garukan perlahan mulai menjadi luka. Lama-kelamaan lukanya menjadi membesar dan meluas sampai daging kaki saya terlihat. Tak perlu waktu lama sampai luka tersebut menjadi bertambah parah, malah daging di sekitar luka semakin menipis dan terlihat tulang. Saya sangat shock dan ngeri melihat luka tersebut.

Setelah keadaan parah, saya baru memberanikan diri ke rumah sakit bersama dengan suami untuk mengobati luka saya yang terlanjur parah. Dokter menyatakan luka saya tidak lain adalah gangrene yang disebabkan komplikasi diabetes yang sudah lama saya derita. Saya pun lemas mendengar keputusan doker bahwa kaki saya harus diamputasi jika tidak mau penyebaran lukanya bertambah parah.

Saya bersikeras tidak mau diamputasi dan memilih untuk dirawat di rumah sakit. Secara rutin suster membersihkan luka saya. Selama 1 minggu dirawat di rumah sakit, luka saya tidak membaik. Hasilnya nihil. Melihat tidak ada hasil, saya mau kembali ke rumah saja.

Karena tidak bisa melarang, dokter mengijinkan saya pulang ke rumah namun luka saya harus dibersihkan secara teratur setiap hari dengan prosedur pembersihan yang sama seperti yang dilakukan oleh suster di rumah sakit. Mendengar hal itu, suami saya mencari orang yang sanggup membersihkan luka gangren. Dari hasil pencarian itu, kami bertemu dengan Bapak Suharto. Beliau menyanggupi untuk membersihkan luka gangrene saya dengan syarat saya mau konsumsi suplemen Kompak yang dianjurkan oleh beliau.

Sesuai saran Bapak Suharto, saya mulai konsumsi Chlostanin Gold 2x3 kapsul dan Dunaliella Hard 2x2 kapsul setiap pagi dan sore. Tidak hanya itu, setelah membersihkan luka saya, beliau pun menaburkan Dunaliella Hard di atas luka saya agar cepat kering.

Dengan telaten beliau merawat dan membersihkan luka saya, mulai dari mengganti perban, membersihkan, memberi suplemen Kompak, dan hal tersebut dilakukan oleh Bapak Suharto seorang diri tanpa dibantu siapapun. Perlahan namun pasti, saya merasakan manfaat dari mengkonsumsi suplemen Kompak. Luka gangrene saya mulai kering dan membaik, daging dan kulit mulai tumbuh kembali, tidak terlihat tulang lagi.

Setelah 1,5 bulan saya rutin konsumsi Chlostanin Gold dan Dunaliella Hard, luka saya sudah jauh membaik, memang masih ada sedikit luka namun sudah jauh berbeda dari kondisi sebelumnya. Sekarang saya sudah bisa berjalan mekipun masih perlu dituntun.

Alhamdullilah saya telah sehat. Saya bersyukur kepada Allah SWT, juga berterima kasih berkat doa 4 tempat pengajian: Musholla Al-Rohma, Tohariyah, Barokah, dan Al-Nur di Karawang.