EVAYANG TELAH MENYELAMATKAN MATAKU DARI KEBUTAAN


EVAYANG TELAH MENYELAMATKAN MATAKU DARI KEBUTAAN

Rozalia


Karyawati, 55 Tahun, Bandung

 

Saya memang mulanya ada penyakit gula dan saya tidak tuntas kontrol gula darah karena keseharian saya bekerja menghitung di depan komputer terus-menerus dari pagi sampai siang memenuhi tuntutan laporan atasan. Hal itu memberatkan mata saya. Selain itu pola makan saya tidak teratur, karena sibuk bekerja sering melewatkan makan siang, baru makan jam 3 dan sering tidak makan malam karena kecapean. Hal itu terus saya jalani dan berakibat fatal bagi diri saya sendiri.


Awal tahun 2012, mata kanan saya terasa kabur seperti kelilipan. Jika saya menulis atau melihat ke depan computer seperti ada yang menghalangi. Saya pergi periksa ke dokter mata di Cicendo dan dokter bilang saya harus dioperasi. Saya kaget dan dengan biaya operasi yang begitu besar sekitar 10-20 juta saya tidak mampu. Maka saya tunda operasi.

Namun saya tidak betah dengan keadaan ini dan pada tahun 2013 mata kanan saya jika melihat ke depan semuanya terlihat putih. Akhirnya saya ditemani oleh kakak saya pergi ke rumah sakit mata Cicendo dan di situ saya didiagnosis menderita pendarahan retina di mata kanan dan juga mata kiri, namun mata kanan lebih parah.

Di sisi lain dokter tidak mampu melakukan operasi karena gula darah saya masih sangat tinggi. Menurut dokter, gula darah saya harus diturunkan dulu baru dapat melakukan operasi. Jadi pada tanggal 5 Agustus 2013 saya pergi ke RS Boromeus dan gula darah saya dicek. Hasilnya : gula darah puasa 364 mg/dL dan gula darah 2 jam setelah makan 429 mg/dL.

Dokter tercengang mengetahui hal tersebut begitu pun saya, karena saya tidak ada merasakan apapun, bekerja enak, kerja juga enak, hanya tidak teratur makan saja. Dokter di Boromeus pun menyarankan hal yang sama dengan dokter Cicendo, harus menurunkan gula darah karena operasi pendarahan retina adalah operasi besar. Disitu saya menjalani perawatan bertahap dengan dokter penyakit dalam sampai saya diinfus dengan 3 macam cairan yang dalam waktu 1.5 jam harus habis untuk menurunkan gula darah saya dan itu terbukti setelah infus yang ketiga baru saya mengeluarkan air seni. Andaikata sampai air seni-nya tidak keluar saya harus diopname. Saya minum semua obat yang dianjurkan obat oleh dokter.

Setelah itu saya seperti biasa tetap ke kantor namun aktivitas saya terhambat sama sekali tidak bisa melihat ke komputer. Lalu kakak saya menyarankan agar saya minum produk Kompak. Terus terang awalnya saya tidak mau karena pada dasarnya tidak suka minum obat atau suplemen dan saya pikir yang penting saya bisa makan, bisa jalan, bisa kerja buat apa minum obat.

Namun saya akhirnya sadar pemikiran saya salah dan saya ingat dokter sudah vonis harus operasi mata maka saya memutuskan mau minum produk Kompak berbarengan dengan obat dokter untuk menurunkan kadar gula darah. Produk Kompak yang saya minum adalah Eva Yang 1 botol dibagi 2. Saya minum selama seminggu lalu setelah seminggu saat saya mau cek ke dokter, dokter kaget melihat hasil gula darah saya yang turun namun saya tetap belum boleh operasi.

Seminggu  berikutnya saya cek lagi ke dokter sembari terus minum Eva Yang rutin dan hasil cek gula darahnya turun lagi. Hal itu berlangsung sampai akhir Agustus 2013 akhirnya dokter memperbolehkan dan merekomendasikan saya untuk dioperasi dengan kondisi saya yang terus minum Eva Yang.

Lalu ditentukannyalah hari operasi, saya periksa thorax, jantung, dan sebagainya karena ini operasi besar. Pada jam 2 dini hari saya makan Eva Yang karena saya besok operasi. Pemeriksaan gula darah puasa yang terakhir sebelum operasi 87 mg/dL dan dokter mata sudah OK untuk operasi karena sudah dapat rekomendasi dari dokter penyakit dalam.

Operasi mata pun dilakukan, operasi akan dilakukan selama 3-4 jam dan harus menginap 2 hari. Saya kaget mendengar hal itu karena saya memikirkan keluarga saya, suami dan anak saya, kalau saya harus menginap di RS selama 3 hari padahal saya merasa sehat tidak ada masalah, hanya mata saja.

Pukul 14.00 mata kanan saya dioperasi, dipakaikan silicon karena sudah parah dan 2 jam kemudian setelah saya sadar dari pengaruh bius, saya tetap minum Eva Yang. Keesokan paginya     Co Ass datang dan memeriksa mata saya. Co Ass heran saya baru kemarin operasi tetapi hasilnya sudah membaik. Setelah itu, dokter pun periksa mata saya. Beliau kaget karena kondisi mata saya sudah bagus dan saya diperbolehkan pulang.

Saya kaget karena kata dokter saya harus istirahat di rumah sakit 3 hari. Tapi karena kondisi mata saya sangat bagus baru semalam di RS saya sudah boleh pulang. Seminggu kemudian saya datang untuk kontrol mata kanan dan disuruh melihat huruf, hasilnya saya bisa lihat dan baca huruf. Begitu pula saat tekanan mata saya diperiksa. Dokter bilang mata kanan saya sudah baik dan seminggu berikutnya saya diminta datang oleh dokter untuk operasi mata kiri karena ada pendarahan retina juga meski tidak separah yang kanan. Jadi dalam 2 minggu saya mengalami 2 operasi.

Untuk operasi yang ke-2 pun sama peristiwanya. Yang tadinya saya harus beristirahat di rumah sakit selama 3 hari karena saya rajin minum Eva Yang yang diberikan oleh kakak saya, saya sudah boleh langsung pulang, Untuk operasi yang ke-2, satu botol Eva Yang saya bagi 5, saya minum pagi, siang, dan malam.

Seminggu setelah operasi yang kedua, saya kontrol ke dokter lagi. Sungguh tercengang semua orang yang memeriksa mata saya baik orang yang memberikan tetes mata, orang yang menunjukkan huruf yang harus dibaca, dan orang yang memeriksa tekanan mata saya. Mereka tercengang karena tekanan mata orang yang habis dioperasi biasanya 20-22 dan belum stabil tapi mata ibu sudah mencapai 14-16. Saya pun kaget mendengar keterangan beliau dan lebih kaget ketika saya bisa baca huruf koran baik judul maupun isi tulisannya, kecuali iklan kolom saya belum bisa baca. Saya juga sudah bisa baca teks berita baris yang berjalan di TV. Padahal sebelumnya jangankan melihat teks, melihat gambar di TV saja saya tidak bisa.

Sekarang saya sudah bisa baca Koran yang menjadi hobi saya, saya sudah kembali bisa bekerja dengan normal, sudah bisa melihat angka-angka di depan komputer.Bahkan dokter mata pun bilang agar saya tidak perlu kontrol mata lagi, nanti 6 bulan lagi saja kalau memang mau cek lagi jika ada masalah saja. Manfaat Eva Yang sungguh luar biasa saya rasakan sampai sekarang, saya sangat bersyukur dengan perantaraan kakak saya tercinta saya dapat mengenal produk Kompak.